<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Noviantopr's Blog</title>
	<atom:link href="http://noviantopr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://noviantopr.wordpress.com</link>
	<description>Ahlu sunnah Wal Jama'ah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Feb 2009 04:39:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='noviantopr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7c00119e03eca9459aa9f884b9b7aff0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Noviantopr's Blog</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pindah Alamat</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/02/09/pindah-alamat/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/02/09/pindah-alamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 04:37:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisanku Dari Buah Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[ASSALAMUALAIKUM WR.WB
BERSAMA INI KAMI BERITAHUKAN BAHWA
MULAI PER 9 FEBRUARI 2009
ALAMAT INI TELAH BERPINDAH KE :
ayongaji.com
DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA
DIUCAPKAN TERIMA KASIH
WASSALAMUALAIKUM WR. WB
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=571&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><strong><em>ASSALAMUALAIKUM WR.WB</em></strong></h2>
<h2>BERSAMA INI KAMI BERITAHUKAN BAHWA</h2>
<h2>MULAI PER 9 FEBRUARI 2009</p>
<p>ALAMAT INI TELAH BERPINDAH KE :</p>
<p><a href="http://ayongaji.com">ayongaji.com</a></p>
<p>DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA</p>
<p>DIUCAPKAN TERIMA KASIH</p>
<p><strong><em>WASSALAMUALAIKUM WR. WB</em></strong></h2>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=571&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/02/09/pindah-alamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Israel sang pembuat nista</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/18/israel-sang-pembuat-nista/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/18/israel-sang-pembuat-nista/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 11:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisanku Dari Buah Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[nista]]></category>
		<category><![CDATA[palestina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[DIALAH SANG IBLIS BERBENTUK MANUSIA
NEGARA YANG SELALU BERBUAT SEMENA MENA
BAHKAN SANG ADIDAYAPUN BERTEKUK LUTUT PADANYA
INVASINYA BERBUAH MELAYANGNYA BANYAK NYAWA
BANYAK MANUSIA TELAH MENINGGAL SIA-SIA KARENANYA
MEREKA MENINGGAL TANPA TAU APA SALAH MEREKA
ANAK KECIL, ORANG TUA, MUDA SEMUA JADI KORBANNYA
RUDAL, BOMNYA MENGHANCURKAN SEMUA YANG ADA
PALESTINALAH YANG JADI KORBAN ITU SEMUA
WILAYAHNYA SEMUA PORAK PORANDA
TERUTAMA YANG ADA DI JALUR GAZA
PBB [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=568&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DIALAH SANG IBLIS BERBENTUK MANUSIA<br />
NEGARA YANG SELALU BERBUAT SEMENA MENA<br />
BAHKAN SANG ADIDAYAPUN BERTEKUK LUTUT PADANYA<br />
INVASINYA BERBUAH MELAYANGNYA BANYAK NYAWA<br />
BANYAK MANUSIA TELAH MENINGGAL SIA-SIA KARENANYA<br />
MEREKA MENINGGAL TANPA TAU APA SALAH MEREKA<br />
ANAK KECIL, ORANG TUA, MUDA SEMUA JADI KORBANNYA<br />
RUDAL, BOMNYA MENGHANCURKAN SEMUA YANG ADA</p>
<p>PALESTINALAH YANG JADI KORBAN ITU SEMUA<br />
WILAYAHNYA SEMUA PORAK PORANDA<br />
TERUTAMA YANG ADA DI JALUR GAZA<br />
PBB PUN TAK BISA BERBUAT APA-APA<br />
WALAU KUTUKAN DILONTARKAN SEMUA NEGARA<br />
ISRAEL SAMPAI SAAT INI TETAP JAYA</p>
<p>DISAAT SUDAH TIDAK BISA APA-APA<br />
HANYA DOALAH TEMPAT KITA BERSANDAR PADANYA<br />
SEMOGA ISRAELLAH YANG PORAK PORANDA<br />
MEREKALAH YANG HANCUR DAN BINASA<br />
SEMUA KARENA TERKABULNYA DOA YANG TERANIYAYA<br />
SEHINGGA PALESTINA KEMBALI BERJAYA<br />
SEJAHTERA DAN SENTOSA</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/568/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/568/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/568/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=568&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/18/israel-sang-pembuat-nista/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bodoh &#8230; Penyakit Yang Membinasakan</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/16/bodoh-penyakit-yang-membinasakan/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/16/bodoh-penyakit-yang-membinasakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 18:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Binasa]]></category>
		<category><![CDATA[Bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[Bodoh penyakit yang membinasakan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/16/bodoh-penyakit-yang-membinasakan/</guid>
		<description><![CDATA[Bodoh adalah salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan dan sangat mengerikan akibatnya. Akan tetapi sering dan mayoritas penderitanya tidak merasa kalau dirinya sedang terjangkit penyakit berbahaya ini. Dan karena penyakit bodoh inilah muncul penyakit-penyakit hati yang lain seperti iri, dengki, riya, sombong, ujub (membanggakan diri) dan lainnya.   Karena kebodohan ini adalah sumber [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=567&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-567"></span>Bodoh adalah salah satu penyakit hati yang sangat membahayakan dan sangat mengerikan akibatnya. Akan tetapi sering dan mayoritas penderitanya tidak merasa kalau dirinya sedang terjangkit penyakit berbahaya ini. Dan karena penyakit bodoh inilah muncul penyakit-penyakit hati yang lain seperti iri, dengki, riya, sombong, ujub (membanggakan diri) dan lainnya.   Karena kebodohan ini adalah sumber segala penyakit hati dan sumber segala kejahatan. Kebodohan ini penyakit hati yang berbahaya lebih dahsyat dibanding penyakit badan. Karena puncak dari penyakit badan berakhir dengan kematian, adapun penyakit hati akan mengantarkan penderitanya kepada kesengsaraan dan kebinasaan yang kekal. Manusia yang terkena penyakit ini hidupnya hina dan sengsara di dunia maupun di akherat.   Allah Taala banyak menyebutkan dalam Al-Quran tentang tercelanya dan hinanya serta balasan dan akibat bagi orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu tentang ilmu agama di dunia dan akherat. Diantaranya Allah menyatakan dalam surat Al-Furqon: 44 &#8220;Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar dan memahami ?. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya&#8221;. Di dalam ayat ini, Allah Taala menyerupakan orang-orang bodoh yang tidak mau tahu ilmu agama seperi binatang ternak bahkan lebih sesat dan jelek. Di dalam surat Al-Anfal : 22. Allah juga menyatakan: &#8220;Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang bisu dan tuli yang tidak mau mengerti apapun (tidak mau mendengar dan memahami kebenaran)&#8221;. Dalam ayat ini Allah memberitakan bahwa orang-orang bodoh yang tidak mau memahami kebenaran adalah binatang yang paling jelek diantara seluruh binatang-binatang melata seperti keledai, binatang buas, serangga, anjing dan seluruh binatang yang lain. Maka orang-orang bodoh yang tidak mau kebenaran lebih jahat dan lebih jelek dari seluruh binatang.   Kemudian Allah Taala juga menyatakan bahwa orang-orang yang bodoh seperti orang-orang yang buta yang tidak bisa melihat sebagaimana dalam surat Ar Rodu : 19. Allah berfirman: &#8220;Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sama dengan orang yang buta ?&#8221; Dan sungguh Allah Taala banyak mensifati orang-orang yang jahil itu dengan bisu, buta dan tuli. Kemudian keberadaan orang-orang yang jahil terhadap dakwahnya para rosul sejak rosul yang pertama sampai rosul yang terakhir, mereka adalah musuh yang paling berbahaya bahkan musuh para rosul yang sebenarnya. Hingga Musa alaihissalam berlindung kepada Allah agar tidak menjadi orang yang jahil, sebagaimana dalam surat Al-Baqoroh: 67 &#8220;Aku berlindung kepada Alloh agar tidak menjadi orang yang jahil&#8221;. Dan Allah juga memerintahkan kepada nabinya shollallaahu alaihi wassalam untuk berpaling dari orang yang jahil &#8220;Dan berpalinglah engkau dari orang-orang yang jahil !&#8221;   Kemudian Allah Taala juga menyerupakan orang jahil yang tidak menerima dakwah rasul seperti orang yang mati dan telah terkubur, walau jasad mereka hidup. Karena dakwah rasul itu ilmu dan iman. Ilmu dan iman inilah yang menjadikan hati itu hidup, kalau ilmu dan iman tidak terdapat di hati orang maka orang itu menjadi bodoh. Dan orang yang bodoh matilah hatinya.   Akibat dari kebodohan inilah maka kehidupan dia di dunia seperti orang buta tidak bisa melihat kebenaran. Siapa yang tidak mengerti kebenaran maka dia sesat dan menjalani hidup ini tanpa arah. Orang yang buta mata hatinya akibat kebodohannya, nanti akan dibangkitkan dalam keadaan buta. Dan tempatnya adalah neraka jahannam. Sebagaimana firman Allah Taala dalam surat Al-Isra: 72 dan 97 &#8220;Barang siapa di dunia ini buta mata hatinya maka dia di akherat lebih buta dan lebih tersesat dari jalan yang benar&#8221; &#8220;Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari kiamat diseret atas muka mereka di seret dalam keadaan buta, bisu dan pekak, tempat kediaman mereka adalah neraka jahanam.&#8221;   Demikianlah akibat dan balasan bagi orang-orang yang bodoh yang tidak mau tahu ilmu agama ini. Karena memang demikianlah keadaan mereka di dunia. Dan manusia dibangkitkan sesuai dengan keadaan hatinya. Kebodohan juga salah satu sifat dari sifat-sifat penduduk neraka sebagaimana Allah menyatakan dalam surat Al-Araf: 179 &#8220;Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tidak digunakan untuk melihat dan mereka punya telinga tapi tapi tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221; Dalam ayat ini Allah Taala mengabarkan tentang sifat-sifat penduduk neraka jahanam yaitu orang-orang yang tidak memperoleh ilmu karena tidak mau menggunakan sarana-sarana untuk mendapatkan ilmu yaitu: akal, pendengaran, dan pengelihatan sehingga mereka menjadi orang-orang yang bodoh.   Ini semua adalah menunjukkan tentang jeleknya kebodohan itu dan tercelanya, orang yang jahil di dunia dan di akherat. Betapa bahayanya dan mengerikannya kalau kebodohan itu menimpa seseorang, dia akan menerima akibatnya yang membinasakannya. Padahal kalau kita melihat keadaan kaum muslimin sekarang ini yang ada di sekitar kita, sungguh mereka telah dilanda penyakit yang mengerikan ini. Kalau kita tahu sedikit saja tentang agama ini dan berusaha untuk mengamalkan maka kita akan tahu kenyataan yang menyedihkan, kebodohan telah merata baik secara individu, keluarga, masyarakat dan negara. Namun mereka tidak merasa kalau mereka sedang dijangkit penyakit berbahaya yang akan membinasakan dirinya. Mereka tertawa dan terlena dengan kegemilangan dunia, tidak sadar kalau mereka di atas kesesatan bahkan di dalam kekafiran, kebidahan dan kemaksiatan. Namun karena kebodohan, mereka tidak merasa, bahkan merasa di atas kebenaran dan ketaatan. Tatkala disampaikan Al-haq, mereka merasa resah dan tertuduh sesat. Kenyataan ini melanda mayoritas kaum muslim, orang mudanya, orang tuanya, rakyatnya dan pimpinannya. Sungguh menyedihkan kenyataan ini.   Maka bagaimana kalau hal ini terus berlarut-larut dibiarkan ? Semoga tulisan singkat ini menjadikan peringatan bagi kita semua, sehingga kita semua tersadar untuk merubah keadaan yang berbahaya dan mengerikan ini untuk kemudian untuk meraih kehidupan yang diridloi oleh Allah Taala yang akan mengantarkan kepada kebahagiaan yang abadi, di dunia maupun di akherat. Dan keadaan seperti ini tidak akan ada jalan lain untuk merubahnya kecuali dengan bekal ilmu yang bermanfaat. Karena kebodohan adalah penyakit hati yang tidak ada obatnya kecuali dengan ilmu. Sebagaimana sabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam : &#8221; Tidak lain obatnya kebodohan selain bertanya&#8221; (HR. Ibnu Majjah, Ahmad dan yang lainnya). Oleh karena inilah Allah menamakan Al-Quran sebagai obat bagi segala penyakit hati. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Yunus: 57 &#8221; Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu nasehat dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman&#8221;. Karena inilah kedudukan ulama seperti dokter, yakni dokter hati. Maka butuhnya hati terhadap ilmu seperti butuhnya nafas terhadap udara bahkan lebih besar. Ilmu itu bagi hati laksan air bagi ikan, apabila hilang air maka matilah ikan. Jadi kedudukan ilmu bagi hati laksana cahaya bagi mata, laksana mendengarnya telinga terhadap ucapan lisan, apabila semua ini hilang maka hati itu laksana mata yang buta, telinga yang tuli dan lisan yang bisu. wallahu taala alam.</p>
<p><strong>Di Copy dari :</strong><br />
<em>http://www.perpustakaanislam.com/artikel/detail.php?kategori=Tazkiyatun%20Nufus&amp;id_artikel=45</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=567&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/16/bodoh-penyakit-yang-membinasakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Bersyukur</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/14/belajar-bersyukur/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/14/belajar-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 01:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[Bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Ibu terlihat gusar, setelah melihat tumpukan piring kotor di dapurnya. Semua itu bekas makan siang beberapa orang tamu yang baru saja berkunjung. Bukan karena banyaknya cucian piring, tetapi masih terlihatnya potongan-potongan daging bersisa, belum lagi sisa nasi yang masih menumpuk di piringnya. Ah… padahal untuk menyediakan lauk pauk itu tentu si ibu mesti mengeluarkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=564&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-564"></span>Seorang Ibu terlihat gusar, setelah melihat tumpukan piring kotor di dapurnya. Semua itu bekas makan siang beberapa orang tamu yang baru saja berkunjung. Bukan karena banyaknya cucian piring, tetapi masih terlihatnya potongan-potongan daging bersisa, belum lagi sisa nasi yang masih menumpuk di piringnya. Ah… padahal untuk menyediakan lauk pauk itu tentu si ibu mesti mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Semua itu demi menjamu tamunya. Kalau saja para tamu itu hanya memakan daging dan mengambil nasi secukupnya saja, tentu tidak akan ada makanan bersisa di piring kotor. Dan anak-anaknya bisa ikut menikmati sebagian daging utuh lainnya. Melihat sisa potongan daging itu, si Ibu bingung, mau di buang &#8230; sayang&#8230; mau di olah lagi… sudah kotor bercampur sisa makanan lain…. tapi Alhamdulillah tetangga sebelah punya kucing… mungkin ini rezeki si kucing.<br />
*** “Jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl:18).<br />
Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Nikmat iman, nikmat sehat, nikmat penghidupan (harta, ilmu, anak, waktu luang, ketentraman, dan lain-lain) serta nikmat-nikmat lain yang tak terkira. Namun dengan sekian banyak nikmat yang Allah berikan seringkali kita lupa dan menjadikan kita makhluk yang sedikit sekali bersyukur, bahkan tidak bersyukur, Na&#8217;udzubillahi min dzalik…</p>
<p>Seringkali kita baru menyadari suatu nikmat bila nikmat itu di ambil atau hilang dari siklus hidup kita. Ketika sakit, baru kita ingat semasa sehat, bila kita kekurangan baru kita ingat masa-masa hidup cukup.<br />
Syukur diartikan dengan memberikan pujian kepada yang memberi kenikmatan dengan sesuatu yang telah diberikan kepada kita, berupa perbuatan ma’ruf dalam pengertian tunduk dan berserah diri pada-Nya. Cobalah kita memikirkan setiap langkah yang kita lakukan. Bila makan berlebihan dan bersisa. Bayangkan, di tempat lain begitu banyak orang yang kesulitan dan bekerja keras demi untuk mencari sesuap nasi. Bahkan banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung, mencari makan dari tong-tong sampah. Lantas sedemikian teganyakah kita menyia-nyiakan rezeki makanan yang didapat dengan berbuat mubazir. Ketika punya waktu luang malah dipergunakan untuk beraktivitas yang tidak bermanfaat bahkan cenderung merugikan orang lain. Kala tubuh sehat, malah lebih banyak dipakai dengan melangkahkan kaki ke tempat tak berguna. Tidak terbayangkah bila nikmat itu hilang dengan datangnya penyakit atau musibah lainnya. Ah&#8230; alangkah ruginya… karena semuanya menjadi percuma disebabkan tidak bersyukurnya kita atas nikmat. Bahkan karena sikap-sikap tadi yang didapat hanyalah dosa dan murka-Nya. Na&#8217;udzubillah….</p>
<p>Kita harus berusaha mengaktualisasikan rasa syukur kita dari hal-hal yang sederhana. Setiap aktifitas sekecil apapun usahakan untuk selalu sesuai aturan-Nya, selaku pencipta kita. Kerusakan yang sekarang timbul di sekeliling kita tidak lain karena sikap kufur nikmat sebagian dari kita. Bayangkan, negara yang kaya akan sumber daya alam, tetapi sebagian besar rakyatnya miskin. Untuk itu, tidak ada salahya bila kita mulai dari diri dan keluarga, belajar bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Agar nikmat itu jangan sampai menjadi naqmah (balasan siksa), karena kufur akan nikmat-Nya. Mulailah untuk sering melihat kondisi orang-orang yang berada di bawah kita. Jika sudah, tentulah kita akan lebih banyak mengatakan “Alhamdulillah”. Seperti dalam hadits Rasulullah Saw, ”Perhatikanlah orang yang berada di bawah tingkatanmu (dalam urusan duniawi), dan jangalah kamu memandang kepada orang yang berada di atasmu. Itu lebih layak bagimu supaya kamu tidak menghina pemberian Allah kepadamu.” (HR.Muslim).</p>
<p>“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kehilangan nikmat (yang telah Engkau berikan), dari siksa-Mu yang mendadak, dari menurunkannya kesehatan (yang engkau anugrahkan) dan dari setiap kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim dari Ibnu Umar).</p>
<p>(Diambil dari www.eramuslim.com)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/564/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/564/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/564/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=564&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/14/belajar-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Wajah</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/10/belajar-dari-wajah/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/10/belajar-dari-wajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 07:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Masalah dalam Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Belajar dari wajah]]></category>
		<category><![CDATA[Wajah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=547</guid>
		<description><![CDATA[Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersembur dari si pemilik wajah tersebut.
Ketika pagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=547&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-547"></span>Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersembur dari si pemilik wajah tersebut.</p>
<p>Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : &#8220;Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?&#8221; karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang.</p>
<p>Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah istri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.</p>
<p>Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.</p>
<p>Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya&#8230; sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari.</p>
<p>Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.</p>
<p>Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka cari tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya.</p>
<p>Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.</p>
<p>Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.</p>
<p>Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.</p>
<p>Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai?</p>
<p>Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.</p>
<p>Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.</p>
<p>Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian.</p>
<p>Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.</p>
<p>Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!</p>
<p>Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam bishshawab</p>
<p><strong><em>Dikutip dari Rubrik Manajemen Qalbu situs Daarut Tauhiid </em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/547/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/547/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/547/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=547&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/10/belajar-dari-wajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Ibnu Atha&#8217;illah</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-ibnu-athaillah/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-ibnu-athaillah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 09:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Hidup Wali Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Al Hikam]]></category>
		<category><![CDATA[Atha'illah]]></category>
		<category><![CDATA[Hikam]]></category>
		<category><![CDATA[Ibnu Atha'illah]]></category>
		<category><![CDATA[Manaqib]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=543</guid>
		<description><![CDATA[Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Ia berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah.
Kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=543&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-543"></span>Pengarang kitab al-Hikam yang cukup populer di negeri kita ini adalah Tajuddin, Abu al-Fadl, Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili. Ia berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu Kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah.</p>
<p>Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum, namun kapan sufi agung ini dilahirkan tidak ada catatan yang tegas. Dengan menelisik jalan hidupnya DR. Taftazani bisa menengarai bahwa ia dilahirkan sekitar tahun 658 sampai 679 H.  Ayahnya termasuk semasa dengan Syaikh Abu al-Hasan al-Syadili -pendiri Thariqah al-Syadziliyyah-sebagaimana diceritakan Ibnu Atho’ dalam kitabnya “Lathoiful Minan “ : “Ayahku bercerita kepadaku, suatu ketika aku menghadap Syaikh Abu al-Hasan al-Syadzili, lalu aku mendengar beliau mengatakan: &#8220;Demi Allah… kalian telah menanyai aku tentang suatu masalah yang tidak aku ketahui jawabannya, lalu aku temukan jawabannya tertulis pada pena, tikar dan dinding”.</p>
<p>Keluarga Ibnu Atho’ adalah keluarga yang terdidik dalam lingkungan agama, kakek dari jalur nasab ayahnya adalah seorang ulama fiqih pada masanya. Tajuddin remaja sudah belajar pada ulama tingkat tinggi di Iskandariah seperti al-Faqih Nasiruddin al-Mimbar al-Judzami. Kota Iskandariah pada masa Ibnu Atho’ memang salah satu kota ilmu di semenanjung Mesir, karena Iskandariah banyak dihiasi oleh banyak ulama dalam bidang fiqih, hadits, usul, dan ilmu-ilmu bahasa arab, tentu saja juga memuat banyak tokoh-tokoh tasawwuf dan para Auliya’ Sholihin Oleh karena itu tidak mengherankan bila Ibnu Atho’illah tumbuh sebagai seorang faqih, sebagaimana harapan dari kakeknya.</p>
<p>Namun kefaqihannya terus berlanjt sampai pada tingkatan tasawuf. Hal mana membuat kakeknya secara terang-terangan tidak menyukainya.  Ibnu Atho’ menceritakan dalam kitabnya “Lathoiful minan” : “Bahwa kakeknya adalah seorang yang tidak setuju dengan tasawwuf, tapi mereka sabar akan serangan dari kakeknya. Di sinilah guru Ibnu Atho’ yaitu Abul Abbas al-Mursy mengatakan: &#8220;Kalau anak dari seorang alim fiqih Iskandariah (Ibnu Atho’illah) datang ke sini, tolong beritahu aku&#8221;, dan ketika aku datang, al-Mursi mengatakan: &#8220;Malaikat jibril telah datang kepada Nabi bersama dengan malaikat penjaga gunung ketika orang quraisy tidak percaya pada Nabi. Malaikat penjaga gunung lalu menyalami Nabi dan mengatakan: &#8221; Wahai Muhammad.. kalau engkau mau, maka aku akan timpakan dua gunung pada mereka&#8221;. Dengan bijak Nabi mengatakan : &#8221; Tidak… aku mengharap agar kelak akan keluar orang-orang yang bertauhid dan tidak musyrik dari mereka&#8221;. Begitu juga, kita harus sabar akan sikap kakek yang alim fiqih (kakek Ibnu Atho’illah) demi orang yang alim fiqih ini”.</p>
<p>Pada akhirnya Ibn Atho&#8217; memang lebih terkenal sebagai seorang sufi besar. Namun menarik juga perjalanan hidupnya, dari didikan yang murni fiqh sampai bisa memadukan fiqh dan tasawuf. Oleh karena itu buku-buku biografi menyebutkan riwayat hidup Atho’illah menjadi tiga masa:   Masa pertama Masa ini dimulai ketika ia tinggal di Iskandariah sebagai pencari ilmu agama seperti tafsir, hadits, fiqih, usul, nahwu dan lain-lain dari para alim ulama di Iskandariah.</p>
<p>Pada periode itu beliau terpengaruh pemikiran-pemikiran kakeknya yang mengingkari para ahli tasawwuf karena kefanatikannya pada ilmu fiqih, dalam hal ini Ibnu Atho’illah bercerita: &#8220;Dulu aku adalah termasuk orang yang mengingkari Abu al-Abbas al-Mursi, yaitu sebelum aku menjadi murid beliau&#8221;. Pendapat saya waktu itu bahwa yaang ada hanya ulama ahli dzahir, tapi mereka (ahli tasawwuf) mengklaim adanya hal-hal yang besar, sementara dzahir syariat menentangnya”.</p>
<p>Masa kedua Masa ini merupakan masa paling penting dalam kehidupan sang guru pemburu kejernihan hati ini. Masa ini dimulai semenjak ia bertemu dengan gurunya, Abu al-Abbas al-Mursi, tahun 674 H, dan berakhir dengan kepindahannya ke Kairo. Dalam masa ini sirnalah keingkarannya ulama&#8217; tasawwuf. Ketika bertemu dengan al-Mursi, ia jatuh kagum dan simpati. Akhirnya ia mengambil Thariqah langsung dari gurunya ini. Ada cerita menarik mengapa ia beranjak memilih dunia tasawuf ini. Suatu ketika Ibn Atho&#8217; mengalami goncangan batin, jiwanya tertekan. Dia bertanya-tanya dalam hatinya : &#8220;apakah semestinya aku membenci tasawuf. Apakah suatu yang benar kalau aku tidak menyukai Abul Abbas al-Mursi ?. setelah lama aku merenung, mencerna akhirnya aku beranikan diriku untuk mendekatnya, melihat siapa al-Mursi sesungguhnya, apa yang ia ajarkan sejatinya. Kalau memang ia orang baik dan benar maka semuanya akan kelihatan.</p>
<p>Kalau tidak demikian halnya biarlah ini menjadi jalan hidupku yang tidak bisa sejalan dengan tasawuf. Lalu aku datang ke majlisnya. Aku mendengar, menyimak ceramahnya dengan tekun tentang masalah-masalah syara&#8217;. Tentang kewajiban, keutamaan dan sebagainya. Di sini jelas semua bahwa ternyat al-Mursi yang kelak menjadi guru sejatiku ini mengambil ilmu langsung dari Tuhan. Dan segala puji bagi Allah, Dia telah menghilangkan rasa bimbang yang ada dalam hatiku&#8221;.</p>
<p>Maka demikianlah, ketika ia sudah mencicipi manisnya tasawuf hatinya semakin tertambat untuk masuk ke dalam dan lebih dalam lagi. Sampai-sampai ia punya dugaan tidak akan bisa menjadi seorang sufi sejati kecuali dengan masuk ke dunia itu secara total, menghabiskan seluruh waktunya untuk sang guru dan meningalkan aktivitas lain. Namun demikian ia tidak berani memutuskan keinginannya itu kecuali setelah mendapatkan izin dari sang guru al-Mursi. Dalam hal ini Ibn Athoilah menceritakan : &#8220;Aku menghadap guruku al-Mursi, dan dalam hatiku ada keinginan untuk meninggalkan ilmu dzahir.</p>
<p>Belum sempat aku mengutarakan apa yang terbersit dalam hatiku ini tiba-tiba beliau mengatakan : &#8220;Di kota Qous aku mempunyai kawan namanya Ibnu Naasyi’. Dulu dia adalah pengajar di Qous dan sebagai wakil penguasa. Dia merasakan sedikit manisnya tariqah kita. Kemudian ia menghadapku dan berkata : &#8220;Tuanku… apakah sebaiknya aku meninggalkan tugasku sekarang ini dan berkhidmat saja pada tuan?&#8221;. Aku memandangnya sebentar kemudian aku katakan : &#8220;Tidak demikian itu tariqah kita. Tetaplah dengan kedudukan yang sudah di tentukan Allah padamu. Apa yang menjadi garis tanganmu akan sampai padamu juga&#8221;. Setelah bercerita semacam itu yang sebetulnya adalah nasehat untuk diriku beliau berkata: “Beginilah keadaan orang-orang al-Siddiqiyyin.</p>
<p>Mereka sama sekali tidak keluar dari suatu kedudukan yang sudah ditentukan Allah sampai Dia sendiri yang mengeluarkan mereka&#8221;. Mendengar uraian panjang lebar semacam itu aku tersadar dan tidak bisa mengucapkan sepatah katapun. Dan alhamdulillah Allah telah menghapus angan kebimbangan yang ada dalam hatiku, sepertinya aku baru saja melepas pakaianku. Aku pun rela tenang dengan kedudukan yang diberikan oleh Allah&#8221;.   Masa ketiga Masa ini dimulai semenjak kepindahan Ibn Atho&#8217; dari Iskandariah ke Kairo. Dan berakhir dengan kepindahannya ke haribaan Yang Maha Asih pada tahun 709 H. Masa ini adalah masa kematangan dan kesempurnaan Ibnu Atho’illah dalam ilmu fiqih dan ilmu tasawwuf. Ia membedakan antara Uzlah dan kholwah. Uzlah menurutnya adalah pemutusan (hubungan) maknawi bukan hakiki, lahir dengan makhluk, yaitu dengan cara si Salik (orang yang uzlah) selalu mengontrol dirinya dan menjaganya dari perdaya dunia.</p>
<p>Ketika seorang sufi sudah mantap dengan uzlah-nya dan nyaman dengan kesendiriannya ia memasuki tahapan khalwah. Dan khalwah dipahami dengan suatu cara menuju rahasia Tuhan, kholwah adalah perendahan diri dihadapan Allah dan pemutusan hubungan dengan selain Allah SWT. Menurut Ibnu Atho’illah, ruangan yang bagus untuk ber-khalwah adalah yang tingginya, setinggi orang yang berkhalwat tersebut. Panjangnya sepanjang ia sujud. Luasnya seluas tempat duduknya. Ruangan itu tidak ada lubang untuk masuknya cahaya matahari, jauh dari keramaian, pintunya rapat, dan tidak ada dalam rumah yang banyak penghuninya.</p>
<p>Ibnu Atho’illah sepeninggal gurunya Abu al-Abbas al-Mursi tahum 686 H, menjadi penggantinya dalam mengembangkan Tariqah Syadziliah. Tugas ini ia emban di samping tugas mengajar di kota Iskandariah. Maka ketika pindah ke Kairo, ia bertugas mengajar dan ceramah di Masjid al-Azhar. Ibnu Hajar berkata: &#8220;Ibnu Atho’illah berceramah di Azhar dengan tema yang menenangkan hati dan memadukan perkatan-perkatan orang kebanyakan dengan riwayat-riwayat dari salafus soleh, juga berbagai macam ilmu. Maka tidak heran kalau pengikutnya berjubel dan beliau menjadi simbol kebaikan&#8221;. Hal senada diucapkan oleh Ibnu Tagri Baradi : &#8220;Ibnu Atho’illah adalah orang yang sholeh, berbicara di atas kursi Azhar, dan dihadiri oleh hadirin yang banyak sekali.</p>
<p>Ceramahnya sangat mengena dalam hati. Dia mempunyai pengetahuan yang dalam akan perkataan ahli hakekat dan orang orang ahli tariqah&#8221;. Termasuk tempat mengajar beliau adalah Madrasah al-Mansuriah di Hay al-Shoghoh. Beliau mempunyai banyak anak didik yang menjadi seorang ahli fiqih dan tasawwuf, seperti Imam Taqiyyuddin al-Subki, ayah Tajuddin al-Subki, pengarang kitab “Tobaqoh al-syafi’iyyah al-Kubro”. Karya Sebagai seoarang sufi yang alim Ibn Atho&#8217; meninggalkan banyak karangan sebanyak 22 kitab lebih.</p>
<p>Mulai dari sastra, tasawuf, fiqh, nahwu, mantiq, falsafah sampai khitobah. Kitabnya yang paling masyhur sehingga telah menjadi terkenal di seluruh dunia Islam ialah kitabnya yang bernama Hikam, yang telah diberikan komentar oleh beberapa orang ulama di kemudian hari dan yang juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing lain, termasuklah bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Kitab ini dikenali juga dengan nama al-Hikam al-ata&#8217;iyyah untuk membezakannya daripada kitab-kitab lain yang juga berjudul Hikam.</p>
<p>Karomah Ibn Athoillah Al-Munawi dalam kitabnya “Al-Kawakib al-durriyyah mengatakan: “Syaikh Kamal Ibnu Humam ketika ziarah ke makam wali besar ini membaca Surat Hud sampai pada ayat yang artinya: &#8220;Diantara mereka ada yang celaka dan bahagia&#8230;&#8221;. Tiba-tiba terdengar suara dari dalam liang kubur Ibn Athoillah dengan keras: &#8220;Wahai Kamal… tidak ada diantara kita yang celaka&#8221;. Demi menyaksikan karomah agung seperti ini Ibnu Humam berwasiat supaya dimakamkan dekat dengan Ibnu Atho’illah ketika meninggal kelak.</p>
<p>Di antara karomah pengarang kitab al-Hikam adalah, suatu ketika salah satu murid beliau berangkat haji. Di sana si murid itu melihat Ibn Athoillah sedang thawaf. Dia juga melihat sang guru ada di belakang maqam Ibrahim, di Mas’aa dan Arafah. Ketika pulang, dia bertanya pada teman-temannya apakah sang guru pergi haji atau tidak. Si murid langsung terperanjat ketiak mendengar teman-temannya menjawab &#8220;Tidak&#8221;. Kurang puas dengan jawaban mereka, dia menghadap sang guru. Kemudian pembimbing spiritual ini bertanya : &#8220;Siapa saja yang kamu temui ?&#8221; lalu si murid menjawab : &#8220;Tuanku… saya melihat tuanku di sana &#8220;. Dengan tersenyum al-arif billah ini menerangkan : &#8220;Orang besar itu bisa memenuhi dunia.</p>
<p>Seandainya saja Wali Qutb di panggil dari liang tanah, dia pasti menjawabnya”. Wafat  Tahun 709 H adalah tahun kemalangan dunia maya ini. Karena tahun tersebut wali besar yang tetap abadi nama dan kebaikannya ini harus beralih ke alam barzah, lebih mendekat pada Sang Pencipta. Namun demikian madrasah al-Mansuriyyah cukup beruntung karena di situlah jasad mulianya berpisah dengan sang nyawa. Ribuan pelayat dari Kairo dan sekitarnya mengiring kekasih Allah ini untuk dimakamkan di pemakaman al-Qorrofah al-Kubro.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/543/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/543/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/543/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=543&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-ibnu-athaillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manaqib Jalaludin Ar Rumi</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-jalaludin-ar-rumi/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-jalaludin-ar-rumi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 09:27:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah Hidup Wali Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Jalaludin]]></category>
		<category><![CDATA[Jalaludin Ar Rumi]]></category>
		<category><![CDATA[Manaqib]]></category>
		<category><![CDATA[Rumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207 Rumi menyandang nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma).
Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=541&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-541"></span>Lahir di Balkh, Afghanistan pada 604 H atau 30 September 1207 Rumi menyandang nama lengkap Jalaluddin Muhammad bin Muhammad al-Balkhi al-Qunuwi. Adapun panggilan Rumi karena sebagian besar hidupnya dihabiskan di Konya (kini Turki), yang dahulu dikenal sebagai daerah Rum (Roma).</p>
<p>Ayahnya, Bahauddin Walad Muhammad bin Husein, adalah seorang ulama besar bermadzhab Hanafi. Dan karena kharisma dan tingginya penguasaan ilmu agamanya, ia digelari Sulthanul Ulama (raja ulama). Namun rupanya gelar itu menimbulkan rasa iri pada sebagian ulama lain. Dan merekapun melancarkan fitnah dan mengadukan Bahauddin ke penguasa. Celakanya sang penguasa terpengaruh hingga Bahauddin harus meninggalkan Balkh, termasuk keluarganya. Ketika itu Rumi baru beruisa lima tahun.</p>
<p>Sejak itu Bahauddin bersama keluarganya hidup berpindah- pindah dari suatu negara ke negara lain. Mereka pernah tinggal di Sinabur (Iran timur laut). Dari Sinabur pindah ke Baghdad, Makkah, Malattya (Turki), Laranda (Iran tenggara) dan terakhir menetap di Konya, Turki. Raja Konya Alauddin Kaiqubad, mengangkat ayah Rumi sebagai penasihatnya, dan juga mengangkatnya sebagai pimpinan sebuah perguruan agama yang didirikan di ibukota tersebut. Di kota ini pula ayah Rumi wafat ketika Rumi berusia 24 tahun.</p>
<p>Di samping kepada ayahnya, Rumi juga berguru kepada Burhanuddin Muhaqqiq at-Turmudzi, sahabat dan pengganti ayahnya memimpin perguruan. Rumi juga menimba ilmu di Syam (Suriah) atas saran gurunya itu. Ia baru kembali ke Konya pada 634 H, dan ikut mengajar pada perguruan tersebut.</p>
<p>Setelah Burhanuddin wafat, Rumi menggantikannya sebagai guru di Konya. Dengan pengetahuan agamanya yang luas, di samping sebagai guru, ia juga menjadi da&#8217;i dan ahli hukum Islam. Ketika itu di Konya banyak tokoh ulama berkumpul. Tak heran jika Konya kemudian menjadi pusat ilmu dan tempat berkumpul para ulama dari berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Kesufian dan kepenyairan Rumi dimulai ketika ia sudah berumur cukup tua, 48 tahun. Sebelumnya, Rumi adalah seorang ulama yang memimpin sebuah madrasah yang punya murid banyak, 4.000 orang. Sebagaimana seorang ulama, ia juga memberi fatwa dan tumpuan ummatnya untuk bertanya dan mengadu. Kehidupannya itu berubah seratus delapan puluh derajat ketika ia berjumpa dengan seorang sufi pengelana, Syamsuddin alias Syamsi Tabriz.</p>
<p>Suatu saat, seperti biasanya Rumi mengajar di hadapan khalayak dan banyak yang menanyakan sesuatu kepadanya. Tiba- tiba seorang lelaki asing &#8211;yakni Syamsi Tabriz&#8211; ikut bertanya, &#8220;Apa yang dimaksud dengan riyadhah dan ilmu?&#8221; Mendengar pertanyaan seperti itu Rumi terkesima. Kiranya pertanyaan itu jitu dan tepat pada sasarannya. Ia tidak mampu menjawab. Berikutnya, Rumi berkenalan dengan Tabriz. Setelah bergaul beberapa saat, ia mulai kagum kepada Tabriz yang ternyata seorang sufi. Ia berbincang-bincang dan berdebat tentang berbagai hal dengan Tabriz. Mereka betah tinggal di dalam kamar hingga berhari-hari.</p>
<p>Sultan Salad, putera Rumi, mengomentari perilaku ayahnya itu, &#8220;Sesungguhnya, seorang guru besar tiba-tiba menjadi seorang murid kecil. Setiap hari sang guru besar harus menimba ilmu darinya, meski sebenarnya beliau cukup alim dan zuhud. Tetapi itulah kenyataannya. Dalam diri Tabriz, guru besar itu melihat kandungan ilmu yang tiada taranya.&#8221;</p>
<p>Rumi benar-benar tunduk kepada guru barunya itu. Di matanya, Tabriz benar-benar sempurna. Cuma celakanya, Rumi kemudian lalai dengan tugas mengajarnya. Akibatnya banyak muridnya yang protes. Mereka menuduh orang asing itulah biang keladinya. Karena takut terjadi fitnah dan takut atas keselamatan dirinya, Tabriz lantas secara diam-diam meninggalkan Konya.</p>
<p>Bak remaja ditinggalkan kekasihnya, saking cintanya kepada gurunya itu, kepergian Tabriz itu menjadikan Rumi dirundung duka. Rumi benar-benar berduka. Ia hanya mengurung diri di dalam rumah dan juga tidak bersedia mengajar. Tabriz yang mendengar kabar ini, lantas berkirim surat dan menegur Rumi. Karena merasakan menemukan gurunya kembali, gairah Rumi bangkit kembali. Dan ia mulai mengajar lagi.</p>
<p>Beberapa saat kemudian ia mengutus putranya, Sultan Salad, untuk mencari Tabriz di Damaskus. Lewat putranya tadi, Rumi ingin menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas tindakan murid-muridnya itu dan menjamin keselamatan gurunya bila berkenan kembali ke Konya.</p>
<p>Demi mengabulkan permintaan Rumi itu, Tabriz kembali ke Konya. Dan mulailah Rumi berasyik-asyik kembali dengan Tabriz. Lambat-laun rupanya para muridnya merasakan diabaikan kembali, dan mereka mulai menampakkan perasaan tidak senang kepada Tabriz. Lagi-lagi sufi pengelana itu, secara diam-diam meninggalkan Rumi, lantaran takut terjadi fitnah. Kendati Rumi ikut mencari hingga ke Damaskus, Tabriz tidak kembali lagi.</p>
<p>Rumi telah menjadi sufi, berkat pergaulannya dengan Tabriz. Kesedihannya berpisah dan kerinduannya untuk berjumpa lagi dengan gurunya itu telah ikut berperan mengembangkan emosinya, sehingga ia menjadi penyair yang sulit ditandingi. Guna mengenang dan menyanjung gurunya itu, ia tulis syair- syair, yang himpunannya kemudian dikenal dengan nama Divan-i Syams-i Tabriz. Ia bukukan pula wejangan-wejangan gurunya, dan buku itu dikenal dengan nama Maqalat-i Syams Tabriz.</p>
<p>Rumi kemudian mendapat sahabat dan sumber inspirasi baru, Syekh Hisamuddin Hasan bin Muhammad. Atas dorongan sahabatnya itu, ia berhasil selama 15 tahun terakhir masa hidupnya menghasilkan himpunan syair yang besar dan mengagumkan yang diberi nama Masnavi-i. Buku ini terdiri dari enam jilid dan berisi 20.700 bait syair. Dalam karyanya ini, terlihat ajaran-ajaran tasawuf yang mendalam, yang disampaikan dalam bentuk apologi, fabel, legenda, anekdot, dan lain-lain. Karya tulisnya yang lain adalah Ruba&#8217;iyyat (sajak empat baris dalam jumlah 1600 bait), Fiihi Maa fiihi (dalam bentuk prosa; merupakan himpunan ceramahnya tentang tasawuf), dan Maktubat (himpunan surat-suratnya kepada sahabat atau pengikutnya).</p>
<p>Bersama Syekh Hisamuddin pula, Rumi mengembangkan tarekat Maulawiyah atau Jalaliyah. Tarekat ini di Barat dikenal dengan nama The Whirling Dervishes (Para Darwisy yang Berputar-putar). Nama itu muncul karena para penganut tarekat ini melakukan tarian berputar-putar, yang diiringi oleh gendang dan suling, dalam dzikir mereka untuk mencapai ekstase.</p>
<p>œ</p>
<p>WAFAT. Semua manusia tentu akan kembali kepada-Nya. Demikianlah yang terjadi pada Rumi. Penduduk Konya tiba-tiba dilanda kecemasan, gara-gara mendengar kabar bahwa tokoh panutan mereka, Rumi, sakit keras. Meski menderita sakit keras, pikiran Rumi masih menampakkan kejernihannya.</p>
<p>Seorang sahabatnya datang menjenguk dan mendo&#8217;akan, &#8220;Semoga Allah berkenan memberi ketenangan kepadamu dengan kesembuhan.&#8221; Rumi sempat menyahut, &#8220;Jika engkau beriman dan bersikap manis, kematian itu akan bermakna baik. Tapi kematian ada juga kafir dan pahit.&#8221;</p>
<p>Pada 5 Jumadil Akhir 672 H dalam usia 68 tahun Rumi dipanggil ke rahmatullah. Tatkala jenazahnya hendak diberangkatkan, penduduk setempat berdesak-desak ingin menyaksikan. Begitulah kepergian seseorang yang dihormati ummatnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/541/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/541/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/541/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=541&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/09/manaqib-jalaludin-ar-rumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ikhlas</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/05/ikhlas/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/05/ikhlas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=491</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=491&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong><span id="more-491"></span>Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar</strong></p>
<p>Semoga Allah mengaruniakan kepada kita hati yang ikhlas. Karena betapapun kita melakukan sesuatu hingga bersimbah peluh berkuah keringat, habis tenaga dan terkuras pikiran, kalau tidak ikhlas melakukannya, tidak akan ada nilainya di hadapan Allah. Bertempur melawan musuh, tapi kalau hanya ingin disebut sebagai pahlawan, ia tidak memiliki nilai apapun. Menafkahkan seluruh harta kalau hanya ingin disebut sebagai dermawan, ia pun tidak akan memiliki nilai apapun. Mengumandangkan adzan setiap waktu shalat, tapi selama adzan bukan Allah yang dituju, hanya sekedar ingin memamerkan keindahan suara supaya menjadi juara adzan atau menggetarkan hati seseorang, maka itu hanya teriakan-teriakan yang tidak bernilai di hadapan Allah, tidak bernilai!</p>
<p>Ikhlas, terletak pada niat hati. Luar biasa sekali pentingnya niat ini, karena niat adalah pengikat amal. Orang-orang yang tidak pernah memperhatikan niat yang ada di dalam hatinya, siap-siaplah untuk membuang waktu, tenaga, dan harta dengan tiada arti. Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna.</p>
<p>Apakah ikhlas itu? Orang yang ikhlas adalah orang yang tidak menyertakan kepentingan pribadi atau imbalan duniawi dari apa yang dapat ia lakukan. Konsentrasi orang yang ikhlas cuma satu, yaitu bagaimana agar apa yang dilakukannya diterima oleh Allah SWT. Jadi ketika sedang memasukan uang ke dalam kotak infaq, maka fokus pikiran kita tidak ke kiri dan ke kanan, tapi pikiran kita terfokus bagaimana agar uang yang dinafkahkan itu diterima di sisi Allah.</p>
<p>Apapun yang dilakukan kalau konsentrasi kita hanya kepada Allah, itulah ikhlas. Seperti yang dikatakan Imam Ali bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah. Seorang pembicara yang tulus tidak perlu merekayasa kata-kata agar penuh pesona, tapi ia akan mengupayakan setiap kata yang diucapkan benar-benar menjadi kata yang disukai oleh Allah. Bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya. Bisa dipertanggung-jawabkan artinya. Selebihnya terserah Allah. Kalau ikhlas walaupun sederhana kata-kata kita, Allah-lah yang kuasa menghujamkannya kepada setiap qolbu.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan terjebak oleh rekayasa-rekayasa. Allah sama sekali tidak membutuhkan rekayasa apapun dari manusia. Allah Mahatahu segala lintasan hati, Mahatahu segalanya! Makin bening, makin bersih, semuanya semata-mata karena Allah, maka kekuatan Allah yang akan menolong segalanya.</p>
<p>Buah apa yang didapat dari seorang hamba yang ikhlas itu? Seorang hamba yang ikhlas akan merasakan ketentraman jiwa, ketenangan batin. Betapa tidak? Karena ia tidak diperbudak oleh penantian untuk mendapatkan pujian, penghargaan, dan imbalan. Kita tahu bahwa penantian adalah suatu hal yang tidak menyenangkan. Begitu pula menunggu diberi pujian, juga menjadi sesuatu yang tidak nyaman. Lebih getir lagi kalau yang kita lakukan ternyata tidak dipuji, pasti kita akan kecewa.</p>
<p>Tapi bagi seorang hamba yang ikhlas, ia tidak akan pernah mengharapkan apapun dari siapapun, karena kenikmatan baginya bukan dari mendapatkan, tapi dari apa yang bisa dipersembahkan. Jadi kalau saudara mengepel lantai dan di dalam hati mengharap pujian, tidak usah heran jikalau nanti yang datang justru malah cibiran.</p>
<p>Tidak usah heran pula kalau kita tidak ikhlas akan banyak kecewa dalam hidup ini. Orang yang tidak ikhlas akan banyak tersinggung dan terkecewakan karena ia memang terlalu banyak berharap. Karenanya biasakanlah kalau sudah berbuat sesuatu, kita lupakan perbuatan itu. Kita titipkan saja di sisi Allah yang pasti aman. Jangan pula disebut-sebut, diingat-ingat, nanti malah berkurang pahalanya.</p>
<p>Lalu, dimanakah letak kekuatan hamba-hamba Allah yang ikhlas? Seorang hamba yang ikhlas akan memiliki kekuatan ruhiyah yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang hamba Allah dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya. Kita akan merasa aman bergaul dengan orang yang ikhlas. Kita tidak curiga akan ditipu, kita tidak curiga akan dikecoh olehnya. Dia benar-benar bening dari berbuat rekayasa. Setiap tumpahan kata-kata dan perilakunya tidak ada yang tersembunyi. Semua itu ia lakukan tanpa mengharap apapun dari orang yang dihadapinya, yang ia harapkan hanyalah memberikan yang terbaik untuk siapapun.</p>
<p>Sungguh akan nikmat bila bergaul dengan seorang hamba yang ikhlas. Setiap kata-katanya tidak akan bagai pisau yang akan mengiris hati. Perilakunya pun tidak akan menyudutkan dan menyempitkan diri. Tidak usah heran jikalau orang ikhlas itu punya daya gugah dan daya ubah yang begitu dahsyat.</p>
<p>Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut: Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? &#8220;Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?&#8221;<br />
Allah menjawab, &#8220;Ada, yaitu besi&#8221; (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluh-lantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).</p>
<p>Para malaikat pun kembali bertanya, &#8220;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?&#8221;<br />
Allah yang Mahasuci menjawab, &#8220;Ada, yaitu api&#8221; (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).</p>
<p>Bertanya kembali para malaikat, &#8220;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?&#8221;<br />
Allah yang Mahaagung menjawab, &#8220;Ada, yaitu air&#8221; (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).</p>
<p>&#8220;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?&#8221; Kembali bertanya para malaikat.<br />
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, &#8220;Ada, yaitu angin&#8221; (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).</p>
<p>Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, &#8220;Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?&#8221;<br />
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, &#8220;Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya.&#8221;</p>
<p>Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.</p>
<p>Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.</p>
<p>Nah, sahabat. Orang yang ikhlas adalah orang yang punya kekuatan, ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan. Allaahu Akbar.***</p>
<p><strong>Di Copy dari : </strong><br />
<strong><em>http://www.detik.com/kolom/aagym/mq/200204/20020429-165528.shtml</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/491/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/491/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/491/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=491&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2009/01/05/ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gambar Kekuasan ALLAH</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/29/gambar-kekuasan-allah/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/29/gambar-kekuasan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2008 12:59:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[Kekuasaan ALLAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=481</guid>
		<description><![CDATA[Gambar gambar ini diambil dari http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml, tentang bagaimana kekuasaan ALLAH yang MAHA AGUNG atas segala kekuasanNYA di muka bumi :

Aurora yang membentuk Lafadz ALLAH

B atu bertulis Lafadz  ALLAH

Bulu domba bertulis Lafadz ALLAH

Tulisan Lafadz ALLAH di bumi

Kaktus bertulis Lafadz ALLAH

Benua Afrika bertulis lafadz ALLAH
QS. AL &#8211; IMRAN 190 : &#8220; Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=481&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-481"></span>Gambar gambar ini diambil dari http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml, tentang bagaimana kekuasaan ALLAH yang MAHA AGUNG atas segala kekuasanNYA di muka bumi :</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-482" title="alaskaaurora-bentuk-allah" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/alaskaaurora-bentuk-allah.jpg?w=300&#038;h=226" alt="alaskaaurora-bentuk-allah" width="300" height="226" /></p>
<p><strong>Aurora yang membentuk Lafadz ALLAH</strong></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-483" title="batu-membentuk-tulisan-allah" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/batu-membentuk-tulisan-allah.jpg?w=300&#038;h=201" alt="batu-membentuk-tulisan-allah" width="300" height="201" /></p>
<p><strong>B atu bertulis Lafadz  ALLAH</strong></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-484" title="bulu-domba-bertulis-allah" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/bulu-domba-bertulis-allah.jpg?w=300&#038;h=244" alt="bulu-domba-bertulis-allah" width="300" height="244" /></p>
<p><strong>Bulu domba bertulis Lafadz ALLAH</strong></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-485" title="dari-satelit-tulisan-allah" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/dari-satelit-tulisan-allah.jpg?w=300&#038;h=207" alt="dari-satelit-tulisan-allah" width="300" height="207" /></p>
<p><strong>Tulisan Lafadz ALLAH di bumi</strong></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-486" title="kaktus-membentuk-allah" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/kaktus-membentuk-allah.jpg?w=240&#038;h=275" alt="kaktus-membentuk-allah" width="240" height="275" /></p>
<p><strong>Kaktus bertulis Lafadz ALLAH</strong></p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-487" title="tulisan-allah-di-afrika" src="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/tulisan-allah-di-afrika.jpg?w=300&#038;h=134" alt="tulisan-allah-di-afrika" width="300" height="134" /><br />
<strong>Benua Afrika bertulis lafadz ALLAH</strong></p>
<p><strong><em>QS. AL &#8211; IMRAN 190 : &#8220;</em></strong><strong><em> Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda (Kebesaran ALLAH) bagi orang yang berakal&#8221;</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/481/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/481/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/481/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=481&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/29/gambar-kekuasan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/alaskaaurora-bentuk-allah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">alaskaaurora-bentuk-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/batu-membentuk-tulisan-allah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">batu-membentuk-tulisan-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/bulu-domba-bertulis-allah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bulu-domba-bertulis-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/dari-satelit-tulisan-allah.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dari-satelit-tulisan-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/kaktus-membentuk-allah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kaktus-membentuk-allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://noviantopr.files.wordpress.com/2008/12/tulisan-allah-di-afrika.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tulisan-allah-di-afrika</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiada Perantara Antara Allah Dengan Hambanya</title>
		<link>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/20/tiada-perantara-antara-allah-dengan-hambanya/</link>
		<comments>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/20/tiada-perantara-antara-allah-dengan-hambanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 04:27:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Novianto Puji Raharjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Perantara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noviantopr.wordpress.com/?p=469</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warohmatullallhi wabarokaatuh,
Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin
Wa anqodznaa bi dzulmatiljahli waddayaajiri
Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa
Shollallahu wa sallama wa baarok’alaih
Alhamdulillahilladzi jam’anaa fi hadzalmahdhor,Limpahan puji kehadirat Allah, Maha suci dan Maha Luhur, Maha menyejukkan jiwa hamba-hambanya dengan nama-Nya yang Maha luhur, keindahan yang zhohir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=469&subd=noviantopr&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-469"></span>Assalamu’alaikum warohmatullallhi wabarokaatuh,<br />
Hamdan li Robbin Khosshona bi Muhammadin<br />
Wa anqodznaa bi dzulmatiljahli waddayaajiri<br />
Alhamdulillahilladzii hadaanaa bi ‘abdihilmukhtaari man da’aanaa ilaihi bil idzni waqod naadaanaa labbaika yaa man dallanaa wa hadaanaa<br />
Shollallahu wa sallama wa baarok’alaih<br />
Alhamdulillahilladzi jam’anaa fi hadzalmahdhor,Limpahan puji kehadirat Allah, Maha suci dan Maha Luhur, Maha menyejukkan jiwa hamba-hambanya dengan nama-Nya yang Maha luhur, keindahan yang zhohir dan yang batin, yang kesemuanya milik Allah, berawal dari kehendak Allah, menenangkan sanubari hamba-hambanya, menghibur dan menyejukkan jiwa mereka dengan detik-detik perjumpaan dengan Allah.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Betapa agungnya Allah SWT menaungi hamba-hambanya dengan kelembutan, menghibur mereka dengan pengampunan-Nya, menyampaikan kabar-kabar yang menenangkan jiwa akan detik-detik perjumpaan kita dengan Allah, tenanglah sanubari hamba-hambanya yang beriman, ketika mereka mengingat akan datang satu waktu kelak, mereka akan berhadapan dengan Robbul’alaimin, berhadapan dengan yang tiada akan menyecewakan para kekasihnya, pada yang Maha penyantun, pada yang Maha berkasih sayang, Allah, tiada kasih sayang melebihi kasih sayang-Nya, tiada kelembutan melebihi kelembutan-Nya, tiada kesabaran melebihi kesabaran-Nya, tiada kekuasaan dan kekuatan melebihi kekuatan dan kekuasaan Allah.</p>
<p>Sang pemilik setiap ruh dan jiwa, sang pemilik setiap jasad, setiap yang hidup diatas dipermukaan bumi, Dialah Allah, Maha hidup, dan Maha mengawali dan memiliki segenap kehidupan, Maha berkuasa atas yang hidup dan Maha berkuasa atas yang telah sampai di alamul-barzah, dan Maha berkuasa sepanjang waktu dan zaman, Allah SWT yang tiada henti-hentinya memanggil kita untuk mendekat, Ya Rahman Ya Rahim, undang terus jiwa kami untuk mendekat kehadirat-Mu Robbii, Ya Allah.</p>
<p>Hadirin hadirot, diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, Rasul SAW bersabda: “maa min muslim” tiadalah seorang muslim, ”man hamma bi hasanatin” ketika ia berkeinginan untuk berbuat suatu pahala, sebelum ia berbuat, baru berniat, Allah telah memberinya satu pahala, memberinya sebelum ia berbuat, mengganjarnya sebelum ia bergerak melakukannya, demikian penghargaan Allah, dan kesantunan dan kedermawanan Allah bagi jiwa yang berkehendak untuk berbuat baik, yang berkehendak untuk dekat kepada-Nya, yang berkehendak untuk beribadah kepadanya, baru saja lintasan pemikiran dan keinginan, sudah diberi satu pahala, subhanallah, ketika ia melakukannya diberikan baginya sepuluh kali lipat dari amal baiknya, “ilaa sab’ii miati zaid&#8221; terus dilipat gandakan bisa sampai 700 kali lipat, ketika ia berniat berbuat buruk, “hamma bi sayyiatin” Allah tidak tuliskan dosa, kalau sudah niat berbuat jahat, belum Allah tuliskan dosa, jika tidak jadi melakukannya, Allah berikan satu pahala, subhanallah.</p>
<p>Allah memberikan pahala dengan getaran hati dan keinginan jiwa kita, ingin berbuat baik, pahala dan anugerah telah berlimpah sebelum kita berbuat, meninggalkan perbuatan jahat, Allah limpahkan lagi pahala, ketika ia berbuat dosa, diberikan satu dosa saja, demikian cara Allah membela ku dan membela kalian untuk selalu dekat dengan-Nya, satu kali kita beribadah kepada Allah, sepuluh kali Allah dekatkan kita kepada-Nya, demikian indahnya Robbul’alamin, satu kali kita bersujud dituliskan sepuluh kali sujud, satu kali bertaubat dituliskan sepuluh kali bertaubat, satu kali minta ampunan dosa kita kepada Allah, Allah tuliskan sepuluh kali, demikian indahnya Robb, demikian besarnya keinginan Allah mengundang kita untuk dekat, hadirin hadirot pahamilah undangan-undangan Ilaahi dalam setiap kejap siang dan malammu.</p>
<p>Rasul SAW bersabda: “iklifuu minal-a’maali maa tutiiquun” demikian riwayat Shohih Bukhori, “paksa dirimu untuk berbuat amal selama kalian mampu&#8221;, jadi yang tidak mampu paksakan sampai batas kemampuan, maksudnya apa? jangan sampai kita tertipu dengan ayat lain: “laa yukallifullahu nafsan illa wus’aha” itu bagi yang sudah sampai batas tidak mampu lagi, berhenti sampai disitu, tapi selama masih mampu paksakan, maksudnya apa? perangi perasaan malas, malas beribadah bukan tidak mampu beribadah, Rasul mengatakan: “iklifuu minal-a’maali maa tutiiquun” demikian riwayat Shohih Bukhori, “paksakan dirimu untuk berbuat amal selama masih mampu” kalau sudah tidak mampu, berhenti, karena memang batasnya sampai disitu, Allah tidak memaksa lebih dari yang kita tidak mampu, subhanallah. Allah ciptakan manusia ini lemah, sehingga mereka tidak dipaksa lebih dari yang kemampuan mereka, demikian Allah SWT menghendaki kita untuk terus mencapai kedekatan kehadirat-Nya, padahal Allah tidak membutuhkan semua hambanya.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Allah SWT berfirman didalam hadits qudsi, dimana Allah menjelaskan, “Ya ibaadii innakum lam tablughu dhurri wa lam tablaghu naf’ii” wahai hamba-hamba-Ku kalian tidak akan bisa sampai membuat manfaat kepada-Ku dan tidak pula akan bisa sampai membawa mudharat pada-Ku”, Ya ‘ibaadii law anna awwalakum wa aakhirokum kaanu ‘ala atqo qolbii rojulin wahidin minkum maa zaada dzalika min mulki syai,a, Ya ‘ibaadii law anna awwalakum wa aakhirokum wa insakum wa ji’nakum kaanu ‘ala afjari qolbii rojulin wahidin minkum maa naqosho dzalika min mulki syai,a” . Wahai hamba-hamba-Ku jika kalian yang pertama hingga yang terakhir dari seluruh manusia ini mempunyai jiwa yang taqwa dengan puncak-puncak ketaqwaan, tidak bertambah kerajaan-Ku sedikitpun, wahai hamba-hamba-Ku jika kalian seluruh manusia yang pertama hingga yang terakhir mempunyai jiwa yang semuanya jahat, pada puncak kejahatan, tidak berkurang dari kerajaan-Ku sedikitpun” Jalla wa ‘ala, dengan keadaan Allah yang Maha Sempurna dan Maha Tunggal, Maha Abadi, namun Dia Allah mengundang hamba-hambanya, sekali kau beribadah kepada-Ku, Ku tuliskan sepuluh kali ibadah kepada-Ku, betapa hebatnya undangan Robbul’alamin untuk kita dan betapa meruginya mereka yang selalu menolak undangan Allah, untuk beribadah dengan bibir dan lidahnya, dengan telinganya dengan penglihatannya, dengan tangan dan kakinya.</p>
<p>Hadirin hadirot, Allah SWT menetapkan waktu kita untuk kelak berakhir dimuka bumi, sehingga Rasul SAW bersabda diriwayatkan didalam Shohih Bukhori: “man ahabba liqoo allah ahabballah liqooah” barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya” berkata sayyidatina Aisyah ra: Ya Rasulullah; kullana nakroul maut” kita ini semuanya takut dengan kematian, lalu bagaimana dengan merindukan jumpa dengan Allah yang harus melewati sakaratul maut? maka Rasul SAW menjawab: ketika seorang hamba rindu kepada Allah dan ia beramal sholeh, maka ketika disaat detik-detik terakhirnya akan wafat, Allah kirimkan para malaikat, mengabarkan atas keridhoan Allah padanya, dan Allah perlihatkan keindahan-keindahan yang akan ia capai setelah ia wafat, ”fa ahabba liqooallah” maka ia ingin segera jumpa dengan Allah dan ia wafat. Demikian hadirin hadirot indahnya Allah SWT, berbuat kepada orang-orang yang merindukan-Nya, hingga akhir saat-saat sakaratul mautnya pun diberikan kabar-kabar indah, sehingga bagi mereka ingin segera mencapai sakaratul maut itu, demi mereka semakin dekat dengan saat perjumpaan dengan Allah, hadirin hadirot, semua detik itu akan sampai kepada ku dan kalian, detik-detik sakaratul maut pasti akan tiba.</p>
<p>Ketika lewat jenazah, dan Rasul SAW bersabda: “mustarih aw mustaroh” shahabat bertanya; apa maksud ucapanmu ya Rasulullah? Rasul menjawab; “mustarih” kalau orang mu’min wafat “mustarih” ia wafat untuk beristirahat, tidak ada lagi fitnah, tidak ada lagi penyakit, tidak ada lagi cobaan, tidak ada lagi kesulitan, yang ada adalah keindahan beristirahat, menuju hari perjumpaan dengan Tuhannya, namun kalau ia orang yang jahat, maka dia “mustaroh” apa “mustaroh”? orang lain yang istirahat dan tenang dari kejahatannya, orang yang hidup beristirahat darinya, dia sekarang sibuk setelah ia wafat, ia tidak ada lagi istirahat, ia sibuk dengan dosa-dosanya, tapi orang yang ditinggal, yang beristirahat atas kejahatannya, tidak ada lagi ini tukang fitnah, tidak ada lagi ini penjahat, tidak ada lagi ini penipu, ia wafat, orang istirahat dengan kematiannya “mustarih aw mustaroh” pasti satu dari dua keadaan, setiap kematiannya, Allah menjadikan kita dikelompok orang yang ”mustarih” dan beristirahat dari pada segala musibah dan cobaan, hadirin hadirot yang dimuliakan Allah, demikian diriwayatkan didalam Shohih Bukhori.</p>
<p>Dan Rasul SAW bersabda diriwayatkan di dalam Shohih Bukhori: “laa tasubbul-amwat” janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah wafat, “innakum qod qoddamu” sungguh mereka itu sudah menghadap Allah dan semua amal mereka diperhitungkan oleh Allah, tidak satu pun amal terkecilnya dilupakan Allah, jika mereka banyak berbuat dosa, barangkali kita bisa lupa, tapi Allah tidak akan lupa, demikian pula pahala “laa tasubbul-amwat” jangan sesekali kalian mencaci orang-orang yang telah wafat.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Nabiyyuna Muhammad SAW wa barak’alaih, pembawa kesejahteraan untuk membimbing kita mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat, makhluk yang paling bertanggung jawab atas umatnya, sehingga ketika Rasul SAW mencapai sakaratul maut, seraya berdoa kepada Allah: “Allahumma syaddid ‘alayya mautii wa khoffif ‘ala ummatii” wahai Allah keraskan bagiku kematianku dan ringankan bagi umatku” demikian doa Nabiyyuna Muhammad SAW wa barak’alaih, sehingga diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, saat-saat beliau mencapai akhir hidupnya, seraya mengambil air dan membasahi wajahnya, karena keringat yang demikian deras membasahi wajah beliau, mengambil air dari bejana dengan kedua tangannya dan mengusapkan diwajahnya, menahan pedihnya sakaratul maut, seraya berkata: “laa ilaaha illallah inna lil-mauti sakaroot” beliau mengatakan ; “laa ilaaha illallah” sungguh pada kematian itu terdapat dahsyatnya kepedihan” lantas beliau pun mengangkat tangannya dan mengucap; “barrofiqil-a’laa” aku memilih untuk bersama yang Maha tinggi, dan setelah itu terjatuhlah tangannya perlahan-lahan dan beliau menghembuskan nafas yang terakhir, demikian keadaan wafatnya sang Nabi, dan beliau telah meminta kepada Allah untuk dikuatkan atasnya sakaratul-maut dan diringankan untuk umatnya, sehingga sampailah doa dan munajat ini pada setiap umat beliau, mereka mendapatkan keringanan disakaratul-maut.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Waktu demi waktu akan menjelang, orang yang hidup pasti akan wafat, dan setelah mereka wafat mereka akan terus di alam barzah bertanggung jawab, entah 500 tahun, entah seribu tahun atau lebih lagi, ketika kita berfikir ingin memperindah rumah kita, ingatlah rumah kita yang kita tinggali itu, paling lama hanya 100 tahun saja dan setelah itu ada rumah yang demikian sempit, mungkin ribuan tahun kita tinggal didalamnya, bangunlah rumahmu, megahkan rumahmu yang engkau akan tinggal disana, sendiri tidak ditemani siapa pun, sebagaimana sabda Rasulullah SAW diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, Rasul SAW bersabda: “jika wafat seorang manusia, ia memiliki tiga, dan yang menemaninya hanya satu, yang tiga adalah amalnya, hartanya, dan keluarganya, dan yang tetap bersamanya hanya amalnya, keluarga dan hartanya tidak ada yang akan bisa bermanfaat dan keluarganya tidak akan mau menemaninya didalam kubur”, demikian hadirin hadirot, tinggallah amal-amalnya, beruntung jika ia mempunyai teman dan kerabat yang mendoakannya setelah ia wafat.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Rasul SAW bersabda: “laa taquumussaa’ah hatta yusyriqussyamsu min maghribiha wa lamma roa annaas amanuu ajma’iin” tiada akan datang hari kiamat, kata sang Nabi, sampai terbitnya matahari dari barat, ketika manusia melihatnya mereka semuanya beriman”, akan tetapi Allah tidak lagi menerima iman mereka, karena hari kiamat itu akan datang setelah tidak ada lagi muslimin, yang ada adalah orang-orang yang menyembah selain Allah SWT, namun ketika mereka melihat matahari terbit dari barat, mereka teringat akan ajaran Islam yang benar dan mereka beriman, akan tetapi Allah tidak lagi menerima iman dan taubat mereka, ketika matahari telah berbalik posisi, yang berarti bumi ini berputar terbalik, itu mengawali kehancuran alam semesta.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Rasul SAW bersabda diriwayatkan didalam Shohih Bukhori: “yuhsyarun-naas yaumal-qiyamah fii ardhi baidhoo“ manusia itu akan dikumpulkan dipadang mahsyar nanti, dalam keadaan daratan yang putih bagaikan perak, mereka berdiri diatasnya, tidak ada pohon dan tempat untuk berteduh, tidak ada debu dan tidak ada tanah, yang ada adalah tanah yang putih bagaikan perak, bagaikan besi yang sangat panas dengan teriknya matahari, demikian keadaan mereka dipadang mahsyar, sehingga Rasul SAW menjelaskan, disaat itu orang yang mempunyai kezholiman, seraya bersabda riwayat Shohih Bukhori: diantara kalian yang mempunyai kezholiman pada saudaranya, segera minta halalkan, minta maaf dari saudaranya, karena nanti disana, dihari mahsyar tidak berlaku dinar wa laa dirham, tidak berlaku lagi uang dan alat tukar, kedudukan dan harta, tapi yang menjadi alat tukar adalah amal-amal dan dosa.</p>
<p>Beliau bersabda riwayat Shohih Bukhori; orang yang punya kezholiman terhadap saudaranya, maka ia akan diambil pahalanya oleh orang yang ia zholimi, dan jika ia sudah tidak punya amal, maka dosa-dosa orang yang ia zholimi akan ditumpahkan kepadanya, demikian keadaan mereka dipadang mahsyar, disaat itu hari pertukaran, dimana semua kezholiman harus dibayar, dimana semua kejahatan harus terlunasi, dan jika mereka masih mempunyai hutang-hutang, karena sudah tidak punya amal baik, amal baiknya sudah diambil untuk dosa-dosanya, dan dosa orang ditumpukkan padanya, tinggallah dosa-dosa itu yang harus ditebusnya dengan api neraka, wa lii a’udzubillah.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Rasul SAW bersabda: ”pertama kali yang dihisab antara manusia adalah pertumpahan darah” inilah yang pertama kali diperhitungkan oleh Allah, al-Imam ibnu Hajar al-Asgholani dalam kitabnya fathul-baari bi syarah Shohih Bukhori, menjelaskan; bahwa yang pertama kali diperhitungkan antara manusia dengan Allah adalah sholatnya dan yang pertama kali diperhitungkan antara manusia dengan manusia lain adalah pertumpahan darah, inilah yang pertama kali dihisab oleh Allah, hindarilah sejauh-jauhnya pertumpahan darah, karena inilah yang pertama kali dihisab oleh Allah SWT, sehingga kita mendengar hadits mulia yang kita baca bersama-sama tadi: “maa minkum min ahadin illaa wa sayukallimuhullahu yaumal-qiyamah laisa bainallahi wa bainahu tarjumaan” tiada diantara kalian pasti akan berhadapan dengan Allah, Allah akan berbicara kepadamu dan tiada penerjemah dan perantara antara engkau dengan Robbul’alamin, engkau sendiri menghadap Allah, Tuhanmu yang menciptamu dari ketiadaan, disaat itulah hadirin hadirot, seagung-agung pertemuan, semulia-mulia perjumpaan bagi mereka yang merindukan Allah, mendengar hadits ini mereka gembira, alangkah indahnya, aku akan jumpa dengan yang sangat kurindukan ”Allah”.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Detik itu akan sampai, jangan kita didorong kesana dan kemari, diombang-ambingkan dengan kenikmatan dan kesedihan, atau kenikmatan dan musibah, ini semua akan sirna, yang akan pasti datang adalah detik perjumpaanmu dengan Allah, yang menentukan kehinaan yang kekal setelahnya atau kebahagiaan yang abadi, kebahagian trilyunan tahun yang tiada akan pernah ada akhirnya, tiada akan pernah berakhir, kebahagiaan bersama semua orang-orang yang dimuliakan Allah, sebagai tamu-tamu Allah, dan itulah yang abadi, semua yang kau lihat saat ini, semua yang kita hadapi saat ini, adalah bagaikan mimpi yang akan lewat begitu saja, dan ketika itu mereka bangun dipadang mahsyar untuk menghadap Robbul’alamin, disaat itulah semua orang tersadar dari seakan-akan ia bermimpi hidup didunia, menghadapi musibah didunia, kenikmatan didunia, kehinaan, pujian dan lain sebagainya, ini semua ternyata sirna, yang hakekat adalah jumpa dengan Robbul’alamin, untuk menghadapi kebahagiaan yang kekal atau kehinaan, wa lii a’udzubillah.</p>
<p>Rasul SAW, Nabiku dan Nabi kalian, diriwayatkan didalam Shohih Bukhori, ketika melihat wajah shahabat berguncang, dari takutnya mendengar dahsyatnya hari kiamat, beliau tersenyum dan berkata: “attarodhouna an takuuna rob’ah ahlul-jannah” kalian senang tidak kalau kalian ini umat Muhammad SAW menjadi 1/4 dari penduduk ahli surga, “fa kabbarnaa” maka para shahabat berkata; kami bertakbir “Allahu akbar”, benar 1/4 ahli surga adalah umat Muhammad SAW? Rasul tersenyum lagi dan berkata; “maa tarodhouna an takuuna tsuluts ahlul-jannah” kalian senang tidak kalau kalian bukan 1/4, malah 1/3 dari ahli surga? “fakabbarnaa” maka kami bertakbir lagi, gembira dengan penyampaian sang Nabi, seraya meneruskan lagi “maa tarodhouna an takuuna nishfa ahlul-jannah” kalian senang tidak kalau kalian ini 1/2 dari seluruh penduduk surga?, “fakabbarnaa” dan kami bertakbir, demikian dahsyatnya Nabiyyuna Muhammad SAW wa barak’alaih.</p>
<p>Sehingga diriwayatkan oleh al-Imam ibnu Hajar al-Asgholani dalam kitabnya fathul-baari bi syarah Shohih Bukhori, menukil hadits shohih, meneruskan hadits ini, bahwa Rasul berkata lagi “maa tarodhouna an takuuna tsulutsa ahlul-jannah” kalian senang tidak kalau kalian menjadi 2/3 seluruh penduduk ahli surga?, para shahabat bertakbir lagi, maka Rasul membacakan ayat; “wa la saufa yu’thiika robbuka fa tardhoo” dan Allah akan memberimu anugerah, sampai engkau tenang, sampai engkau puas wahai Muhammad. Hadirin hadirot, ingatlah syafa’atun Nabi Muhammad SAW wa barak’alaih dihari itu, Allah membuka kasih sayang dan kebahagiaanya lewat Nabinya Muhammad SAW wa barak’alaih wa ‘ala alih.</p>
<p>Hadirin hadirot, tenangkan jiwamu, jangan pancing kita pada perpecahan antara muslimin satu sama lain, kita satukan shof kita dalam kedamaian, perjuangkan kedamaian umat, Majelis Rasulullah SAW memperjuangkan kedamaian umat dan bangkitnya umat mencintai sunnah Nabi Muhammad SAW wa barak’alaih wa ‘ala alih.</p>
<p>Saya tidak berpanjang lebar berbicara, cuma sekedar mengakhiri sebelum doa dan munajat, bahwa munculnya ajakkan untuk ber-mudhoharot dan berdemo dihari rabu, Majelis Rasulullah tetap tidak mengajurkan demo, demikian hadirin hadirot yang dimuliakan Allah, kita tidak bermusuhan dengan yang berdemo, kita satu niat, hari sabtu yang lalu saya sudah jumpa dengan Habib Rizik Syihab di POLDA Metro Jaya, dan sudah ada kesepakatan diantara kita, tidak ada permusuhan antara Majelis Rasulullah dengan Front Pembela Islam, kita semua satu niat, ketegasan silahkan dengan ketegasan, kita dengan kelembutan, dengan kelembutan, ini telah saya sampaikan kepada Habib Rizik Syihab, dan beliaupun setuju dan gembira, tidak ada permusuhan antara kita, yang jalan dengan kedamaian dengan kedamaian, yang jalan dengan ketegasan dengan ketegasan, kita semua dalam “laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah saw”.</p>
<p>Hadirin hadirot, malam ahad yang akan datang, kita akan mengadakan tabligh akbar Majelis Rasulullah SAW, untuk memperingati malam kemenangan fatahillah atas bumi Jakarta ini, karena yang lebih tepat bagi kita bukan memperingati ulang tahun Jakarta, tetapi memperingati kemenangan fatahillah mengusir Portugis dari bumi Jakarta ini, kita bangkitkan lagi semangat pemuda pemudi yang berjiwa fatahillah, yang fatahillah itu artinya kemenangan Allah SWT, kita jadikan bumi Jakarta bergemuruh dengan doa dan munajat, dan pada hari ahadnya, hari minggunya, 22 Juni, kita kumpul bersama-sama di masjid Istiqlal, dalam tabligh akbar gabungan, dengan acara yang sama, bersama Adz-dzikro, pimpinan Ust. Arifin Ilham, dan kita harapkan hadirin mencapai lebih dari 200 ribu muslimin muslimat, untuk bermunajat kepada Allah SWT, mereka yang mau membenahi umat dengan cara demonstrasi, mereka berdemonstrasi, kita juga punya cara unjuk rasa, cuma unjuk rasa kita kepada Allah, dengan doa, munajat dan mengundang umat agar terus dengan kedamaian.</p>
<p>Jangan musuhi mereka yang akan mengadakan demonstrasi, kita satu niat, dan kita pun mempunyai posisi kita, dan mempunyai pendapat kita masing-masing, kita punya waktu unjuk rasa malam ahad dan hari ahad, dengan unjuk rasa kepada Allah SWT, malam minggu itu kita bergabung dengan PT. Telkomsel, karena sekaligus mereka juga ingin merayakan hari ulang tahun Telkomsel, kita tentunya bersatu bukan mau merayakan ulang tahun Telkomsel, tapi kita ingin menyatukan untuk bekerja sama dengan PT. Telkomsel, memperluas dakwah kita di internet dan di selular dengan PT. Telkomsel, agar semakin terjalin lagi hubungan erat antara Majelis Rasulullah SAW dengan PT. Telkomsel, dimalam ahad yang akan datang, di gelanggang olah raga lapangan banteng, dan setelah itu berziarah ke maqom al-Habib Ali bin Abdurrahman al-Habsyi Kwitang, kita bangkitkan semangat dimalam ahad dan hari ahad yang akan datang, dengan gemuruh lafdzul Jalalah, hadirin hadirot, ajak teman-temanmu, ajak saudara-saudaramu, untuk meramaikan khususnya hari ahad, jam 11 maulid dimulai, karena disebagian spanduk dikatakan jam satu, karena itu sebelum pemohonan kita untuk maulid Nabi SAW, maulid akan dimulai jam 11, demikian hadirin hadirot, kita ikut berperan serta untuk menyatukan seluruh umat ini didalam shof gemuruh dzikir lafdzul Jalalah oleh 200 ribu muslimin muslimat, menyeru nama Allah dan berdzikir.</p>
<p>Hadirin hadirot yang dimuliakan Allah.<br />
Kita terus berjuang membenahi umat dan menutup pintu-pintu musibah dengan banyaknya dzikir, malam selasa yang lalu saya sudah umumkan masalah ini, dan saya sudah sampaikan kepada guru mulia kita, al-Hafidh al-Musnid al-Habib Umar bin Hafizh, bahwa saya telah menghimbau jama’ah untuk tidak ikut berdemo dan beliau gembira, dan beliau menyampaikan salam kepada kita semua untuk terus berada dalam kedamaian, jangan sampai memusuhi pihak manapun dari kaum muslimin muslimat, sama-sama satu shof, kita tidak menyenangi berkembangnya Ahmadiyah, akan tetapi masing-masing punya cara untuk membenahinya. Hadirin hadirot kita bermunjat kepada Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Allah SWT berfirman didalam hadits qudsi riwayat Shohih Bukhori: “Ana ma’a ‘abdi haytsu maa dzzkaroni wa taharrokat bi syafataah” Aku bersama hamba-hambaku ketika hambaku mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut nama-Ku” dan Rasul SAW pula bersabda: “satu dari tujuh kelompok yang dinaungi Allah dihari “laa zhilla illa zhilluh” hari tidak ada naungan selain naungan Allah dihari kiamat, siapa mereka? “rojulun dzakarollah fafaadhot ‘ainah” orang yang ketika mengingat Allah mengalir deras air matanya ketika dia mengingat Allah SWT, hadirin hadirot betapa agungnya Allah SWT mengganjar kita, satu kali kita memanggil nama Allah, Allah menuliskannya sepuluh kali kita menyeru nama Allah SWT, hingga 700 kali lipat.</p>
<p>Hadirin hadirot, ingatlah pesan Allah dalam hadits qudsi riwayat Shohih Bukhori: Aku bersama hambaku saat hambaku mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut nama-Ku, faquuluu jamii’an Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal-Ikrom, hadirin hadirot ingatlah hadits yang kita baca, akan datang suatu saat kita akan berjumpa dengan Allah, tidak ada penerjemah dan perantara antara engkau dengan Allah saat itu, serulah nama-Nya malam hari ini, karena Dia Allah menaungi orang-orang yang berdzikir kepadanya, satu kali hambanya mengalirkan air mata merindukan Allah dimuka bumi, Allah tidak lupa detik-detik itu, hingga Allah menaunginya dihari kiamat kelak, faquuluu Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah Ya Allahu Ya Allah.</p>
<p>Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal-Ikrom Ya Dzatthouli wal-in’am, hadirin hadirot kelak di yaumil-qiyamah, ketika orang-orang melihat Allah menaungi mereka-mereka yang telah beramal baik, dengan pernah mengalir air mata mereka saat berdzikir menyebut nama Allah, jika mereka melihat itu, mereka akan rela menangis darah sepanjang hidupnya, melihat kemuliaan orang yang dinaungi Robbul’alamin, karena pernah menangis berdzikir kepada Allah SWT, disaat itu mereka rela untuk menangis darah sepanjang hidup di dunia demi bisa mencapai derajat yang demikian indah dalam naungan Robbul’alamin SWT, warisi kemuliaan yang telah diwariskan Nabiyyuna Muhammad SAW wa barak’alaih wa ‘ala alih</p>
<p><strong><em>Sumber : Habib Munzir Al Musawa, Majelis Rasululloh </em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/noviantopr.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/noviantopr.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/noviantopr.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/noviantopr.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/noviantopr.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/noviantopr.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/noviantopr.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/noviantopr.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/noviantopr.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/noviantopr.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=noviantopr.wordpress.com&blog=5582889&post=469&subd=noviantopr&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noviantopr.wordpress.com/2008/12/20/tiada-perantara-antara-allah-dengan-hambanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9b3d4122b088fdfe99a3817f1af56c8e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">noviantopr</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>