Manaqib Al-Imam Ja’far As-Shadiq

Beliau adalah salah seorang tokoh Imam Mazhab dalam Islam. Beliau merupakan penghulu besar bagi kaum Syiah. Beliau dikenal sebagai seorang yang mustajab doanya. Bila menginginkan sesuatu beliau hanya cukup berdoa: “Ya Allah, aku ingin ini dan itu”. Dengan sekejap mata saja apa yang diinginkan itu terkabul di hadapannya.
Diceritakan pula bahawa beliau pernah digiring ke hadapan Khalifah Mansur Al-Abbasi dengan tuduhan palsu dan disaksikan oleh seorang. Saksi itu berkata: “Aku bersumpah bahwa Ja’far melakukan begini dan begitu”. Belum selesai saksi itu berkata tiba-tiba ia tersungkur mati di hadapan beliau.
Imam As-Syibli berkata: “Setengah dari karamahnya ialah ketika Bani Hasyim hendak membaiat Muhammad dan Ibrahim bin Abdullah bin Hassan bin Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah di saat mendekatnya keruntuhan Daulat Bani Umayyah mereka meminta pendapat dari Imam Ja’afar As-Shadiq. Setelah berada di hadapan Imam Ja’far mereka berkata: “Kami berkumpul di sini hendak membaiat engkau jadi khalifah”. Jawab Imam Ja’far As-Shadiq: “Sebenarnya kekhalifahan ini tidak akan diperoleh olehku dan tidak pula untuk kedua orang itu (Muhammad dan Ibrahim bin Abdullah). Sesungguhnya kekhalifahan akan diperoleh oleh yang memakai jubah kuning itu. Demi Allah, mereka akan dipermainkan oleh budak-budak mereka sendiri”. Kemudian Imam Ja’far pergi meninggalkan majlis itu”.
Memang waktu itu Al-Mansur sedang hadir di majlis itu dan ia sedang memakai jubah bewarna kuning. Ucapan beliau itu selalu dipeganginya sampai ia diangkat jadi khalifah daulat Banil Abbas.
Imam Al-Laitsi ibnu Sa’ad pemah bercerita: “Di tahun 113 H aku pergi haji. Setelah bersembahyang Asar waktu aku naik ke bukit Jabal Aba Qubais tiba-tiba aku lihat ada seorang duduk sedang berdoa: “Ya Allah, ya Allah, ya Hayu, ya Hayu dengan penuh tawadhuk. Kemudian orang itu berdoa lagi: “Ya Allah, sesungguhnya aku ingin buah anggur, kumohon kurniakanlah padaku, Ya Allah sesungguhnya kain bajuku koyak-koyak aku mohon berikan padaku kain baju”.
Aku dibuatnya terperanjat sebelum ia menyelesaikan doanya tiba-tiba muncul sekeranjang buah anggur penuh yang waktu itu bukan musimnya, dan kulihat pula ada dua kain yang serba mahal yang belum pemah kulihat ada kain baju sebagus itu. Waktu itu akan makan buah anggur itu aku katakan padanya: “Aku juga ikut ada dalam buah anggur itu, kerana waktu engkau berdoa aku membaca Amin”. Jawab orang itu: “Datanglah kemari”. Kemudian ia memberikan sebahagian buah anggur itu dan kumakan segera. Rasanya belum pernah aku makan buah anggur selazat buah itu. Dan iapun melarangku untuk menyimpan sisanya. Anehnya isi keranjang itu sedikitpun tidak berkurang.
Kemudian orang itu memberikan padaku sepotong dari dua kain baju itu sedang yang sepotong dipakai olehnya. Namun waktu kutolak kain itu ia menggunakannya kedua potong kain tersebut. Yang sepotong dipakai buat baju sedangkan yang sepotong disarungkan dibawahnya. Selanjurnya ketika ia berjalan di tempat bersa’ie di antara Safa dan Marwa ia bertemu dengan seorang miskin yang berkata: “Wahai cucu Rasulullah berikanlah padaku pakaian”. Orang itu tidak pikir-pikir lagi untuk memberikan dua potong kain yang baru ditempahnya itu kepada si fakir tersebut. Waktu kutanyakan kepada si fakir, siapakah orang yang memberinya dua potong kain itu? Jawab si fakir: “la adalah Ja’far bin Muhammad Al Baqir”.
Imam Ja’far As Shadiq wafat di kota Madinah pada tahun 148 H dan dimakarnkan di Baqi’.

Dipetik dari: Kemuliaan Para Wali – karangan Zulkifli Mat Isa, terbitan Perniagaan Jahabersa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: