Manaqib Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Attas

Beliau adalah seorang wali Allah yang telah berhasil mencapai kedudukan yang mulia, yang dekat dengan Allah SWT. Beliau adalah pemuka para wali yang tak terhitung jasa-jasanya bagi Islam dan kaum muslimin. panutan para ahli tasawuf dan suri tauladan yang baik bagi semua, semua kelompok manusia maupun jin.

Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Attas dilahirkan didesa Haurah, salah satu desa di AL-Kasri Yaman, pada hari selasa 20 Jumadil Awal 1265 H. Sejak kecil beliau mendapatkan pendidikan rohani dari ayahnya AL-Habib Muchsin Al-Attas, Beliau mempelajari AL-Quran dari mualim Syekh Umar bin Faraj bin Sabah. setelah menghatamkan Al-quran beliau diserahkan kepada ulama-ulama besar dimasanya untuk menimba ilmu Islam, dan Al-Habib Abdullah bin Muchsin Al-Attas pernah belajar kitab risalah Jami’ah karangan AL-Habib Ahmad bin Zen Al-Habsyi, Kepada Al-Habib Abdullah Bin Alwi Alaidrus.
Diantara guru-guru beliau adalah :

• As-Sayyid Al-Habib Al-Quthub Abu Bakar bin Abdullah Alatas.
• Al-Ghauts Al-Habib Shaleh bin Abdullah Al-Attas (Penduduk Wadi Amed)

Tahun 1282 beliau menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya, selama ditanah suci beliau bertemu dan berdialog dengan ulama-ulama Islam terkemuka. hingga tahun 1283 H Beliau melakukan Ibadah hajinnya untuk kedua kalinya dan sepulang dari ibadah haji, beliau berkeliling kepenjuru dunia yang hingga akhirnya perjalanan itu mengantar beliau sampai kepulau Jawa tepatnya didaerah pekalongan. di pulau Jawa beliau bertemu dengan sejumlah para wali yang diantaranya dari keluarga Al Alawi, Al-Habib Ahmad bin Muhammad bin Hamzah Al-Attas.

Dalam perjalanan hidupnya, beliau Al Habib Abdullah bin Muhchsin Alatas pernah dimasukkan kedalam penjara oleh pemerintah Belanda pada masa itu dengan alas an yang tidak jelas (difitnah). Selama dipenjara, kekeramatan beliau makin nampak yang mengundang banyak penunjung untu bersilahturahmi dengan beliau. Sampai mengherankan pimpinan penjara dan para penjaganya sampai merekaun ikut mendapatkan keberkahan dan manfaat dari kebesaran beliau.

Dalam kejadian di penjara, pada suatu malam pintu penjara tiba-tiba telah terbuka dan telah dating kepada beliau kakek beliau Al Habib Umar bin Abdurrahman Alatas (Shohibul Ratib), seraya berkata,”jika engkau ingin keluar penjara keluarlah sekarang, tapi jika engkau bersabar, maka bersabarla.”. Dan ternyata beliau memilih bersabar dalam penjara. Pada malam itu juga, telah datang Sayyidina Al Faqih Muqaddam dan Syekh Abdul Qadir Jaelani. Pada keempatan itu Sayyidina Al Faqih Muqaddam memberikan sebuah kopiah Al Fiyah kepada beliau, dan Syekh Abdul Qadir Jaelani memberikan surbannya kepada beliau.

Diantara karomah beliau yang diperoleh, seperti yang diungkapkan : Al Habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi. Bahwa Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas ketika mendapatkan anugerah dari Allah, beliau tenggelam penuh dengan kebesaran Allah SWT, hilang akan hubungannya dengan alam dunia dan seisinya. “ketika aku mnegunjungi Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas dalam penjara, aku lihat penampilannya amat berwibawa, dan beliau terlihat diliputi akan pancaran cahaya ilahi. Sewaktu beliau melihat aku, beliau mengucapkan bait-bait syair Al Habib Abdullah Al Haddad, dengan awal baitnya :

“Wahai yang mengnjungi aku dimalam dingin, ketika tak ada lagi orang yang akan menebarkan berita fitnah… Selanjutnya kami saling berpelukan dan menangis.”
Karomah Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas yang lain diantaranya adalah sewaktu dipenjara, setiap kali beliau memandang borgol yang dibelenggu dikakinya, maka terlepaslah borgol tersebut.

Disebutkan juga bahwa ketika pimpinan penjara menyuruh sipir untuk mengikat leher beliau dengan rantai besi, maka dengan izin Allah rantai itu terlepas dengan sendirinya, dan pemimpin penjara beserta keluarganya menderita sakit panas, sampai dokter tak mampu lagi untuk mengobati. Hingga akhirnya pimpinan penjara itu sadar bahwa sakait panas tersebut disebabkan karena telah menyakiti Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas yang sedang dipenjara. Lalu pimpinan penjara itu mengutus utusan untuk memohon doa agar penyakit panas yang menimpa keluarganya dapat sembuh, dan berkatalah Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas “ambillah borgor dab rantai ini, ikatkan di kaki dan leher maka akan sembuhlah dia” maka setelah itu dengan izin Allah penyakit pimpinan penjara dan keluarganya pun dapat sembuh.

Setelah beliau keluar dari penjara, beliau mencari tempat yang sunyi, yang jauh dari banyak orang, dan ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lalu dipilihlah daerah Bogor (Empang), yang akhirnya Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas bertengger ditempat ini, beliau membeli tanah, membuat rumah sederhana dan beliau menyendiri sampai diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

Sampai pada hari selasa tanggal 29 bulan Dzulhijah 1351 H, diawal waktu dhuhur beliau dipanggil kehadirat Allah SWT. Jenazah beliau dimakamkan keesokan harnya setelah sholat dhuhur. Tak terhitung jumlah manusia yang ingin ikut mensholatkan jenazah beliau, yang dimakamkan dibagian barat mesjid beliau. Sebelum wafat beliau yang dikarenakan flu ringan, kebanyakan waktunya ditenggelamkan dalam dzikrnya dan doanya kepada Allah SWT. Samapai beliau pulang kepangkuan Alllah SWT.

Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dari Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas … amin…
Disarikan dari terjemah manaqib Al Habib Abdullah bin Muchsin Alatas (Alwi bin Muhammad Alatas).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: